Pekerjaan di Bidang Hukum & Prospek Kerja Jurusan Hukum yang Perlu Kamu Tahu

Pekerjaan di Bidang Hukum & Prospek Kerja Jurusan Hukum yang Perlu Kamu Tahu

Memilih jurusan hukum sering dianggap sebagai langkah menuju profesi “serius” seperti pengacara atau hakim. Padahal, kenyataannya jauh lebih luas dari itu. Banyak lulusan hukum justru bekerja di perusahaan, pemerintahan, hingga industri digital yang tidak selalu berhubungan langsung dengan ruang sidang. Hal ini membuat jurusan hukum menjadi salah satu jurusan dengan pilihan karier paling fleksibel.

Di sisi lain, fleksibilitas ini juga sering menimbulkan kebingungan. Tidak sedikit yang bertanya: sebenarnya jurusan hukum bisa kerja apa saja? Apa saja pekerjaan di bidang hukum yang realistis untuk fresh graduate? Dan bagaimana prospek kerja ilmu hukum di masa depan? Artikel ini akan membahas secara lengkap dan faktual berbagai pilihan karier yang bisa diambil oleh lulusan hukum, beserta gambaran peluangnya.

Jurusan Hukum Bisa Kerja Apa Saja?

Lulusan Ilmu Hukum memiliki pilihan karier yang jauh lebih luas dibanding yang banyak orang bayangkan. Tidak terbatas pada profesi di pengadilan, lulusan hukum juga dibutuhkan di perusahaan, pemerintahan, hingga industri digital.

Secara umum, pekerjaan untuk lulusan hukum bisa dibagi menjadi beberapa jalur utama:

  • Profesi Hukum (Litigasi): Memiliki karakteristik berhubungan langsung dengan proses pengadilan, menangani sengketa atau perkara hukum, membutuhkan proses panjang (PKPA, ujian, magang, dll)
  • Karier Hukum di Perusahaan (Non-Litigasi): Banyak lulusan hukum justru memilih jalur ini karena lebih stabil dan tidak berhadapan langsung dengan persidangan. Contoh: Legal Staff.
  • Karier di Instansi Pemerintah: Lulusan hukum juga sangat dibutuhkan di sektor publik. Contohnya: ASN di Kementerian Hukum dan HAM, penyidik di Kepolisian Republik Indonesia, auditor atau pengawas hukum.
  • Profesi Alternatif di Bidang Hukum: Ini yang sering tidak disadari banyak orang. Ilmu hukum bisa dibawa ke bidang lain yang lebih fleksibel. Contohnya: Konsultan hukum bisnis, Mediator sengketa, Arbitrator, Legal content writer.
  • Karier di Dunia Bisnis dan Startup: Skill hukum sangat relevan untuk bisnis, terutama dalam perizinan, kontrak, dan regulasi.

Kenapa Lulusan Hukum Punya Banyak Peluang Kerja?

Salah satu alasan utama kenapa lulusan Ilmu Hukum memiliki banyak pilihan karier adalah karena skill yang dipelajari bersifat universal dan bisa digunakan di berbagai bidang. Tidak hanya relevan di dunia hukum, tetapi juga di bisnis, pemerintahan, hingga industri digital.

Berikut penjelasan yang lebih konkret:

1. Terbiasa Berpikir Kritis dan Analitis

Mahasiswa hukum dilatih untuk:

  • Menganalisis masalah dari berbagai sudut pandang
  • Mencari dasar hukum yang relevan
  • Menyusun argumen yang logis

Kemampuan ini sangat dibutuhkan di banyak pekerjaan, terutama yang berkaitan dengan:

  • Pengambilan keputusan
  • Evaluasi risiko
  • Penyelesaian masalah kompleks

2. Memiliki Kemampuan Argumentasi yang Kuat

Di dunia kerja, kemampuan menyampaikan pendapat secara jelas dan terstruktur adalah nilai tambah besar.

Lulusan hukum terbiasa:

  • Berdebat secara logis
  • Menyampaikan opini berbasis data
  • Membela suatu posisi dengan alasan yang kuat

Skill ini sangat relevan untuk:

  • Negosiasi bisnis
  • Presentasi
  • Komunikasi profesional

3. Paham Regulasi dan Risiko

Hampir semua sektor memiliki aturan yang harus dipatuhi. Di sinilah lulusan hukum menjadi penting.

Mereka mampu:

  • Membaca dan memahami regulasi
  • Mengidentifikasi risiko hukum
  • Mencegah potensi pelanggaran

Itulah sebabnya banyak perusahaan membutuhkan peran seperti:

  • Legal Counsel
  • Compliance Officer

4. Skill yang Bisa Dipindahkan ke Banyak Industri

Berbeda dengan jurusan teknis yang spesifik, hukum lebih fleksibel.

Lulusan hukum bisa masuk ke:

  • Perusahaan swasta
  • Instansi pemerintah
  • Startup
  • Lembaga keuangan

Karena pada dasarnya, semua organisasi membutuhkan pemahaman hukum.

5. Dibutuhkan di Era Digital dan Bisnis Modern

Perkembangan teknologi justru membuka peluang baru bagi lulusan hukum, seperti:

  • Hukum digital (data privacy, cyber law)
  • Regulasi startup
  • Perlindungan konsumen online

Artinya, prospek kerja ilmu hukum tidak menyempit, justru semakin luas.

Pekerjaan di Bidang Hukum (Core Legal Career)

Jika kamu ingin berkarier langsung di dunia hukum, ada beberapa profesi utama yang menjadi jalur “inti”. Profesi ini biasanya berkaitan langsung dengan sistem peradilan, penegakan hukum, atau pembuatan dokumen hukum resmi.

Berikut adalah beberapa pekerjaan utama di bidang hukum:

1. Advokat / Pengacara

Profesi ini paling umum dikenal ketika membahas lulusan Ilmu Hukum.

Tugas utama:

  • Mewakili klien di pengadilan
  • Memberikan konsultasi hukum
  • Menyusun dokumen hukum

Karakteristik:

  • Bisa bekerja di law firm atau membuka praktik sendiri
  • Membutuhkan proses panjang (PKPA, ujian, magang, sumpah)

2. Jaksa

Jaksa adalah pihak yang mewakili negara dalam proses pidana.

Tugas utama:

  • Menuntut pelaku tindak pidana di pengadilan
  • Menyusun dakwaan
  • Membuktikan kesalahan terdakwa

Karakteristik:

  • Bekerja di institusi pemerintah
  • Proses seleksi ketat melalui jalur ASN

3. Hakim

Hakim adalah pihak yang memutus perkara di pengadilan.

Tugas utama:

  • Memimpin persidangan
  • Menilai fakta dan bukti
  • Menjatuhkan putusan

Karakteristik:

  • Harus netral dan independen
  • Membutuhkan pengalaman dan seleksi ketat

4. Notaris

Notaris berperan dalam pembuatan dokumen hukum yang sah.

Tugas utama:

  • Membuat akta autentik
  • Mengesahkan perjanjian
  • Menyimpan dokumen hukum penting

Karakteristik:

  • Fokus pada hukum perdata
  • Membutuhkan pendidikan lanjutan (Magister Kenotariatan)

5. Legal Counsel / In-House Lawyer

Meskipun bekerja di perusahaan, profesi ini tetap termasuk core legal karena fokusnya murni pada hukum.

Tugas utama:

  • Memberikan nasihat hukum internal
  • Menyusun dan meninjau kontrak
  • Mengelola risiko hukum perusahaan

Karakteristik:

  • Tidak beracara di pengadilan (kecuali diperlukan)
  • Lebih fokus ke pencegahan masalah hukum

Pekerjaan Jurusan Hukum di Perusahaan (Non-Litigation)

Tidak semua lulusan Ilmu Hukum harus berakhir di ruang sidang. Faktanya, banyak yang justru memilih jalur non-litigasi karena dianggap lebih stabil, terstruktur, dan dekat dengan dunia bisnis.

Di perusahaan, peran lulusan hukum lebih fokus pada pencegahan masalah hukum, bukan menyelesaikan sengketa di pengadilan.

Berikut beberapa posisi yang umum:

1. Legal Staff

Ini adalah posisi entry-level yang paling banyak dibuka untuk fresh graduate.

Tugas utama:

  • Menyusun dan mengecek kontrak
  • Mengurus dokumen legal perusahaan
  • Membantu proses perizinan

Karakteristik:

  • Cocok untuk awal karier
  • Banyak belajar praktik langsung

2. Konsultan Legal (In-House Lawyer)

Posisi ini biasanya untuk level yang lebih berpengalaman.

Tugas utama:

  • Memberikan nasihat hukum ke manajemen
  • Meninjau risiko dalam keputusan bisnis
  • Mengawal transaksi perusahaan

Karakteristik:

  • Lebih strategis
  • Terlibat dalam pengambilan keputusan penting

3. Compliance Officer

Peran ini semakin penting, terutama di perusahaan besar dan sektor keuangan.

Tugas utama:

  • Memastikan perusahaan mematuhi regulasi
  • Mengawasi proses internal
  • Mengidentifikasi potensi pelanggaran

Contoh bidang:

  • Perbankan
  • Fintech
  • Perusahaan publik

4. HR Legal

Gabungan antara hukum dan manajemen sumber daya manusia.

Tugas utama:

  • Menyusun kontrak kerja
  • Menangani hubungan industrial
  • Menyelesaikan sengketa karyawan

Cocok untuk kamu yang:

  • Tertarik pada aspek manusia dalam hukum
  • Ingin kerja yang lebih komunikatif

5. Corporate Secretary

Posisi ini biasanya ada di perusahaan besar atau yang sudah go public.

Tugas utama:

  • Menjaga kepatuhan perusahaan terhadap regulasi
  • Mengelola hubungan dengan regulator
  • Menyiapkan laporan dan dokumen resmi

Karakteristik:

  • Banyak berhubungan dengan pihak eksternal
  • Membutuhkan pemahaman regulasi yang kuat

Pekerjaan di Instansi Pemerintah

Selain di sektor swasta, lulusan Ilmu Hukum juga memiliki peluang besar untuk berkarier di instansi pemerintah. Jalur ini banyak diminati karena menawarkan stabilitas, jenjang karier yang jelas, serta kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam sistem hukum negara.

Berikut beberapa pilihan kariernya:

1. ASN di Kementerian dan Lembaga

Salah satu tujuan utama lulusan hukum adalah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama di instansi yang berkaitan dengan hukum.

Contoh instansi: Kementerian Hukum dan HAM

Peran yang bisa diambil:

  • Analis hukum
  • Perancang peraturan perundang-undangan
  • Pemeriksa dokumen hukum

2. Penyidik Kepolisian

Lulusan hukum juga bisa bergabung menjadi bagian dari kepolisian, khususnya di bidang penyidikan.

Tugas utama:

  • Menangani proses penyelidikan dan penyidikan
  • Mengumpulkan bukti
  • Menyusun berkas perkara

Karakteristik:

  • Lebih operasional dan lapangan
  • Berhubungan langsung dengan kasus pidana

3. Auditor dan Pengawas Hukum

Peran ini biasanya ada di lembaga pemerintah atau badan pengawas.

Tugas utama:

  • Mengawasi kepatuhan terhadap regulasi
  • Melakukan audit hukum
  • Menilai potensi pelanggaran

Cocok untuk kamu yang:

  • Teliti
  • Suka analisis dokumen
  • Tertarik pada sistem pengawasan

4. Perancang Peraturan (Legal Drafter)

Profesi ini cukup spesifik, tetapi sangat penting dalam sistem hukum.

Tugas utama:

  • Menyusun rancangan undang-undang
  • Merumuskan kebijakan hukum
  • Menyesuaikan regulasi dengan kebutuhan masyarakat

Karakteristik:

  • Lebih banyak bekerja di balik layar
  • Membutuhkan kemampuan analisis dan bahasa hukum yang kuat

Alternatif di Bidang Lainnya

Selain jalur umum dan mainstream seperti pengacara atau ASN, lulusan Ilmu Hukum juga punya peluang besar di bidang yang lebih fleksibel dan tidak selalu identik dengan profesi hukum konvensional. Jalur ini semakin berkembang, terutama karena kebutuhan industri modern yang terus berubah.

Berikut beberapa pilihan karier alternatif yang bisa dipertimbangkan:

1. Konsultan Hukum Bisnis

Profesi ini fokus membantu pelaku usaha dalam aspek legal.

Tugas utama:

  • Memberikan saran hukum terkait bisnis
  • Membantu penyusunan kontrak
  • Mengidentifikasi risiko hukum dalam operasional

Cocok untuk:

  • Yang tertarik dengan dunia bisnis
  • Ingin bekerja lebih fleksibel dibanding litigasi

2. Mediator

Mediator berperan sebagai pihak netral dalam menyelesaikan sengketa tanpa melalui pengadilan.

Tugas utama:

  • Memfasilitasi komunikasi antara pihak yang bersengketa
  • Mencari solusi yang disepakati bersama

Karakteristik:

  • Tidak memihak
  • Fokus pada penyelesaian damai

3. Arbitrator

Arbitrator mirip dengan hakim, tetapi berada di jalur non-pengadilan (arbitrase).

Tugas utama:

  • Menyelesaikan sengketa bisnis
  • Memberikan putusan yang mengikat

Biasanya digunakan dalam:

  • Sengketa perusahaan
  • Kontrak bisnis internasional

4. Legal Content Writer

Ini adalah peluang baru yang berkembang pesat, terutama di era digital.

Tugas utama:

  • Menulis artikel hukum
  • Membuat konten edukasi legal
  • Menyederhanakan bahasa hukum untuk publik

Cocok untuk:

  • Yang suka menulis
  • Ingin kerja remote atau freelance

5. Konsultan Kepatuhan (Regulatory Specialist)

Peran ini semakin dibutuhkan di era regulasi yang kompleks.

Tugas utama:

  • Membantu perusahaan memahami aturan
  • Menyesuaikan bisnis dengan regulasi terbaru

Bidang yang banyak membutuhkan:

  • Fintech
  • E-commerce
  • Startup

Gaji Pekerjaan di Bidang Hukum

Salah satu pertanyaan paling umum adalah: berapa gaji lulusan hukum? Jawabannya tidak bisa disamaratakan karena sangat bergantung pada jenis pekerjaan, pengalaman, lokasi, dan skala perusahaan atau instansi.

Namun, berikut gambaran umum kisaran gaji di bidang hukum di Indonesia:

Disclaimer: Data di bawah ini merupakan estimasi umum berdasarkan berbagai sumber dan praktik di lapangan. Angka bisa berbeda tergantung kota, pengalaman, dan kebijakan masing-masing perusahaan atau institusi.

Estimasi Gaji Pekerjaan di Bidang Hukum

PekerjaanFresh GraduateMid Level (3–5 tahun)Senior
AdvokatRp3 – 7 jutaRp7 – 20 jutaRp20 juta+
Legal CounselRp5 – 10 jutaRp10 – 25 jutaRp25 juta+
JaksaRp4 – 8 jutaRp8 – 15 jutaRp15 juta+
HakimRp5 – 10 jutaRp10 – 20 jutaRp20 juta+
Notaris(magang) Rp2 – 5 jutaRp10 – 30 jutaRp30 juta+
Compliance OfficerRp5 – 9 jutaRp9 – 20 jutaRp20 juta+
Legal StaffRp4 – 8 jutaRp8 – 15 jutaRp15 juta+
Corporate SecretaryRp6 – 12 jutaRp12 – 30 jutaRp30 juta+

Kesimpulan

Jurusan hukum menawarkan peluang karier yang luas dan fleksibel. Lulusan Ilmu Hukum tidak hanya terbatas pada profesi seperti pengacara, jaksa, atau hakim, tetapi juga bisa berkembang di perusahaan, instansi pemerintah, hingga bidang alternatif seperti konsultan bisnis atau industri digital. Hal ini terjadi karena skill yang dimiliki analisis, logika, dan pemahaman regulasi dibutuhkan di hampir semua sektor.

Prospek kerja ilmu hukum juga tergolong stabil dan memiliki potensi jangka panjang yang baik, meskipun pada tahap awal karier mungkin tidak langsung menghasilkan pendapatan tinggi. Dengan pengalaman, spesialisasi, dan jaringan yang tepat, peluang berkembang di bidang ini terbuka sangat lebar.

Pada akhirnya, pilihan karier terbaik bergantung pada minat dan tujuan masing-masing. Memahami berbagai opsi sejak awal akan membantu kamu menentukan jalur yang paling sesuai, sekaligus memaksimalkan potensi yang dimiliki sebagai lulusan hukum.

mengenal-ilmu-hukum

Ilmu Hukum: Pengertian, Jurusan & Apa yang Dipelajari

Memilih jurusan kuliah bukan keputusan yang sederhana, apalagi jika menyangkut bidang yang memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat seperti hukum. Banyak calon mahasiswa mencari informasi tentang apa itu ilmu hukum, apa saja yang dipelajari, dan jurusan apa yang tersedia di fakultas hukum sebelum benar-benar memutuskan. Informasi ini penting agar tidak salah ekspektasi saat menjalani perkuliahan. Artikel ini membahas secara lengkap mulai dari pengertian ilmu hukum, pilihan peminatan di fakultas hukum, hingga gambaran materi dan sistem belajar yang akan dihadapi.

Apa Itu Ilmu Hukum?

Ilmu hukum adalah bidang studi yang mempelajari aturan, norma, dan sistem yang mengatur kehidupan masyarakat. Di dalamnya dibahas bagaimana hukum dibuat, diterapkan, dan ditegakkan. Tujuan utamanya adalah menciptakan keteraturan, keadilan, dan kepastian dalam kehidupan sosial.

Dalam praktiknya, ilmu hukum tidak hanya berbicara soal undang-undang. Ia juga menyentuh aspek sosial, politik, dan ekonomi karena hukum selalu berhubungan dengan kehidupan manusia. Di Indonesia, penerapan hukum melibatkan berbagai lembaga seperti Mahkamah Agung Republik Indonesia dan lembaga peradilan lainnya.

Secara garis besar, ilmu hukum terbagi menjadi dua kelompok besar:

  • Hukum publik: mengatur hubungan antara negara dan warga negara (contoh: hukum pidana, hukum tata negara)
  • Hukum privat: mengatur hubungan antar individu (contoh: hukum perdata)

Mengapa Banyak Orang Memilih Jurusan Hukum?

Jurusan hukum diminati karena fleksibel dan relevan di banyak bidang. Hampir semua sektor, perusahaan, pemerintahan, hingga organisasi internasional membutuhkan orang yang paham hukum.

Alasan utama memilih jurusan ini biasanya:

  • Prospek kerja luas
  • Bisa masuk ke berbagai industri
  • Punya peran penting dalam pengambilan keputusan

Selain itu, lulusan hukum tidak selalu harus menjadi pengacara. Banyak yang bekerja di perusahaan sebagai legal officer, HR, atau bahkan masuk ke dunia bisnis.

Fakultas Hukum Jurusan Apa Saja?

Di Indonesia, sebagian besar kampus menggunakan sistem satu jurusan utama, yaitu jurusan Ilmu Hukum. Namun, di dalamnya terdapat berbagai peminatan atau konsentrasi.

Peminatan yang Umum di Fakultas Hukum

Berikut beberapa bidang yang biasanya tersedia:

  • Hukum Pidana: Fokus pada tindak kejahatan dan sanksinya.
  • Hukum Perdata: Mengatur hubungan antar individu, seperti kontrak dan warisan.
  • Hukum Internasional: Membahas hubungan antar negara.
  • Hukum Tata Negara: Mengatur sistem ketatanegaraan.
  • Hukum Administrasi Negara: Berkaitan dengan kebijakan pemerintah.
  • Hukum Bisnis: Fokus pada aktivitas ekonomi dan perusahaan.

Jurusan vs Peminatan

Banyak yang mengira hukum punya banyak jurusan seperti fakultas lain. Padahal, yang berbeda biasanya hanya peminatan, bukan jurusan terpisah. Jadi, mahasiswa tetap masuk jurusan Ilmu Hukum, lalu memilih fokus di semester akhir.

Jurusan Hukum Belajar Apa Saja?

Pertanyaan ini paling sering ditanyakan calon mahasiswa. Jawabannya, cukup banyak dan tidak hanya hafalan.

Mata Kuliah Dasar

Di awal kuliah, mahasiswa akan belajar:

  • Pengantar Ilmu Hukum
  • Pengantar Hukum Indonesia
  • Filsafat Hukum
  • Sosiologi Hukum

Materi ini bertujuan membangun cara berpikir hukum.

Mata Kuliah Inti

Setelah dasar, masuk ke materi utama:

  • Hukum Pidana
  • Hukum Perdata
  • Hukum Acara
  • Hukum Tata Negara
  • Hukum Administrasi Negara

Di sini mulai banyak analisis kasus.

Mata Kuliah Praktis

Selain teori, ada juga:

  • Legal drafting (menyusun dokumen hukum)
  • Etika profesi hukum
  • Teknik argumentasi hukum

Mahasiswa dilatih berpikir logis dan sistematis.

Skill yang Dipelajari

Kuliah hukum tidak hanya soal materi. Ada skill penting yang akan terbentuk:

  • Analisis masalah secara kritis
  • Kemampuan berargumentasi
  • Public speaking
  • Menulis secara formal dan terstruktur

Skill ini yang membuat lulusan hukum bisa masuk ke berbagai bidang.

Sistem Perkuliahan di Fakultas Hukum

Metode belajar di hukum berbeda dengan jurusan lain. Tidak hanya mendengar dosen, tapi juga aktif berdiskusi.

Beberapa metode yang umum digunakan:

  • Studi kasus
  • Diskusi kelas
  • Presentasi
  • Simulasi sidang

Simulasi sidang dikenal sebagai Moot Court, di mana mahasiswa berlatih seperti di pengadilan sungguhan.

Prospek Kerja Lulusan Ilmu Hukum

Lulusan hukum memiliki banyak pilihan karier.

Profesi Utama:

  • Hakim
  • Jaksa
  • Advokat

Profesi ini biasanya membutuhkan pendidikan lanjutan atau sertifikasi.

Profesi Alternatif:

Selain jalur klasik, ada juga pilihan lain:

  • Legal officer di perusahaan
  • Corporate lawyer
  • Notaris
  • Konsultan hukum

Banyak lulusan hukum juga masuk ke dunia bisnis karena kemampuan analisis mereka.

Berapa Lama Kuliah Jurusan Hukum?

Program sarjana (S1) umumnya ditempuh dalam waktu 4 tahun. Setelah itu, jika ingin menjadi profesi tertentu seperti advokat atau hakim, harus mengikuti pendidikan tambahan. Sebagai contoh, jika ingin melanjutkan ke profesi pengacara, maka bisa mengambil PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat).

Apakah Jurusan Hukum Sulit?

Jurusan hukum tidak sulit jika paham cara belajarnya. Tantangan utamanya bukan hafalan, tetapi memahami konsep dan menerapkannya pada kasus.

Yang sering menjadi kendala:

  • Banyak membaca
  • Istilah hukum yang kompleks
  • Analisis yang mendalam

Namun, dengan latihan, semua bisa dipelajari.

Tips Memilih Fakultas Hukum

Memilih fakultas hukum tidak cukup hanya melihat nama kampus. Ada beberapa faktor penting yang akan memengaruhi kualitas belajar, jaringan, dan peluang karier setelah lulus.

1. Periksa Akreditasi Kampus dan Program Studi

Akreditasi adalah indikator awal kualitas pendidikan. Di Indonesia, penilaian ini dilakukan oleh BAN-PT.

  • Pilih kampus dengan akreditasi A atau Unggul jika memungkinkan
  • Cek juga akreditasi program studi Ilmu Hukum, bukan hanya universitasnya

Akreditasi berpengaruh pada:

  • Kredibilitas ijazah
  • Kemudahan melamar kerja
  • Syarat lanjut studi

2. Pelajari Kurikulum dan Peminatan

Setiap kampus punya pendekatan berbeda dalam mengajar hukum.

Perhatikan:

  • Apakah kurikulumnya update (misalnya ada hukum digital, fintech, atau cyber law)
  • Pilihan peminatan yang tersedia (pidana, perdata, bisnis, dll)
  • Keseimbangan antara teori dan praktik

3. Cek Kualitas Dosen

Dosen sangat menentukan cara kamu memahami hukum.

Idealnya:

  • Memiliki latar belakang akademik kuat (S2/S3 hukum)
  • Punya pengalaman praktik (pengacara, hakim, konsultan)
  • Aktif menulis atau riset

4. Fasilitas Praktik (Bukan Sekadar Teori)

Ilmu hukum butuh latihan, bukan hanya membaca.

Perhatikan apakah kampus punya:

  • Laboratorium hukum
  • Program Moot Court (simulasi sidang)
  • Klinik bantuan hukum
  • Program magang

Hal ini penting karena untuk mengembangkan skill:

  • Argumentasi
  • Public speaking
  • Analisis kasus

5. Jaringan Alumni dan Reputasi

Alumni adalah indikator hasil nyata dari kampus tersebut.

Cek:

  • Lulusan bekerja di mana
  • Apakah ada yang jadi hakim, pengacara, atau pejabat
  • Koneksi alumni di industri

Kampus dengan jaringan kuat biasanya:

  • Lebih mudah bantu cari magang
  • Lebih kuat di dunia kerja

6. Lokasi dan Akses ke Dunia Praktik

Lokasi kampus memengaruhi peluang exposure.

Contoh:

Kampus di kota besar: dekat pengadilan, kantor hukum, perusahaan

Lebih banyak peluang magang dan networking

Ini penting untuk membangun pengalaman sejak kuliah.

7. Biaya Kuliah dan Value yang Didapat

Jangan hanya lihat mahal atau murah.

Bandingkan:

  • Biaya vs fasilitas
  • Biaya vs kualitas dosen
  • Biaya vs peluang karier

Kampus mahal belum tentu terbaik, tapi kampus murah juga harus dicek kualitasnya.

8. Peluang Pengembangan Diri

Selain akademik, lihat juga:

  • Organisasi mahasiswa (debat, legal club)
  • Kompetisi hukum
  • Seminar dan workshop

Aktivitas ini penting untuk:

  • Melatih soft skill
  • Membangun portofolio

9. Kesesuaian dengan Tujuan Karier

Tentukan dulu kamu ingin jadi apa:

  • Pengacara
  • Hakim
  • Legal corporate
  • Konsultan

Lalu pilih kampus yang:

  • Mendukung jalur tersebut
  • Punya track record di bidang itu

Kesimpulan

Ilmu hukum adalah bidang studi yang luas dan relevan di banyak sektor. Di Indonesia, mahasiswa biasanya masuk satu jurusan, lalu memilih peminatan sesuai minat. Selama kuliah, tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih berpikir kritis dan analitis.

Bagi yang ingin masuk jurusan ini, penting memahami bahwa hukum bukan sekadar menghafal undang-undang, tetapi tentang cara memahami dan menyelesaikan masalah secara sistematis. Informasi lebih lengkap bisa cek STIHPADA untuk mengenal lebih lengkap mengenai perkuliahan di bidang hukum.

Alasan Memilih Jurusan Hukum

Alasan Memilih Jurusan Hukum yang Perlu Dipertimbangkan

Memilih jurusan kuliah bukan sekadar ikut tren. Banyak yang tertarik ke jurusan hukum karena terlihat “bergengsi”, tapi tidak sedikit juga yang ragu karena menganggap kuliahnya sulit. Supaya tidak salah pilih, penting memahami alasan yang benar-benar relevan, bukan sekadar ikut-ikutan. Artikel ini membahas alasan memilih jurusan hukum secara realistis, termasuk kelebihan, tantangan, dan prospek ke depannya.

Sekilas Tentang Jurusan Hukum

Apa Itu Ilmu Hukum

Ilmu Hukum adalah bidang studi yang mempelajari aturan yang mengatur kehidupan masyarakat, mulai dari hukum pidana, perdata, hingga hukum negara. Fokusnya bukan hanya memahami undang-undang, tetapi juga bagaimana aturan tersebut diterapkan dalam kasus nyata.

Apa yang Dipelajari di Jurusan Hukum

Mahasiswa hukum akan belajar:

  • Dasar-dasar hukum
  • Analisis kasus
  • Logika dan argumentasi hukum
  • Cara menyusun dokumen legal

Artinya, bukan sekadar hafalan, tapi lebih ke cara berpikir.

10 Alasan Memilih Jurusan Hukum

1. Prospek Kerja yang Luas

Lulusan hukum tidak terbatas pada satu jalur karier. Hampir semua sektor membutuhkan pemahaman hukum, mulai dari perusahaan, pemerintahan, hingga organisasi internasional.

2. Bisa Bekerja di Berbagai Industri

Dengan latar belakang hukum, kamu bisa masuk ke:

  • Perusahaan (legal officer)
  • Startup
  • Perbankan
  • Pemerintahan

Skill hukum bersifat universal dan bisa diterapkan di banyak bidang.

3. Peluang Menjadi Profesi Bergengsi

Jurusan hukum membuka jalan ke profesi yang dikenal luas, seperti:

  • Advokat
  • Hakim
  • Jaksa

Profesi ini memiliki peran penting dalam sistem hukum dan biasanya memiliki jenjang karier yang jelas.

4. Melatih Pola Pikir Kritis dan Analitis

Selama kuliah, kamu akan sering menghadapi studi kasus. Ini melatih kemampuan:

  • Menganalisis masalah
  • Menyusun argumen
  • Melihat suatu kasus dari berbagai sudut

Kemampuan ini sangat berguna, bahkan di luar dunia hukum.

5. Relevan dengan Kehidupan Sehari-hari

Hukum tidak jauh dari kehidupan. Mulai dari kontrak kerja, jual beli, hingga masalah pidana, semuanya berkaitan dengan hukum. Dengan memahami hukum, kamu punya keunggulan dalam mengambil keputusan.

6. Potensi Penghasilan yang Menjanjikan

Beberapa profesi di bidang hukum memiliki potensi penghasilan tinggi, terutama jika sudah berpengalaman. Misalnya:

  • Pengacara spesialis
  • Konsultan hukum perusahaan
  • Notaris

Namun, tetap perlu proses dan pengalaman untuk mencapainya.

7. Banyak Pilihan Spesialisasi

Di jurusan hukum, kamu bisa fokus ke bidang tertentu seperti:

  • Hukum Pidana
  • Hukum Perdata
  • Hukum Internasional

Ini memberi fleksibilitas sesuai minat dan tujuan karier.

8. Peluang Karier Internasional

Bidang seperti hukum internasional membuka peluang bekerja di:

  • Organisasi internasional
  • Perusahaan multinasional
  • Lembaga global

Terutama jika kamu menguasai bahasa asing.

9. Cocok untuk yang Suka Diskusi dan Argumentasi

Kalau kamu suka debat, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat, jurusan ini cocok. Di perkuliahan, kamu akan sering:

  • Presentasi
  • Diskusi kasus
  • Simulasi sidang

10. Bisa Menjadi Bekal untuk Berbisnis

Pengetahuan hukum sangat berguna dalam bisnis, terutama terkait:

  • Kontrak
  • Legalitas usaha
  • Risiko hukum

Banyak lulusan hukum yang akhirnya menjadi pengusaha karena paham aspek legal.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Jurusan Hukum

  • Banyak Membaca dan Analisis: Materi hukum cukup padat. Kamu harus siap membaca banyak referensi dan memahami konteksnya.
  • Tidak Hanya Hafalan: Banyak yang salah paham. Kuliah hukum bukan sekadar menghafal pasal, tapi memahami cara menerapkannya.
  • Persaingan Cukup Ketat: Karena peminatnya banyak, persaingan di dunia kerja juga cukup tinggi. Skill tambahan sangat dibutuhkan.
  • Perlu Pendidikan Lanjutan untuk Profesi Tertentu: Untuk menjadi hakim, jaksa, atau advokat, kamu harus mengikuti pendidikan lanjutan dan sertifikasi.

Siapa yang Cocok Masuk Jurusan Hukum?

Tidak semua orang cocok di jurusan hukum. Bukan karena tingkat kesulitannya, tapi karena cara berpikir dan pola belajarnya berbeda dengan jurusan lain. Berikut penjelasan lebih detail agar kamu bisa menilai diri sendiri secara realistis.

1. Suka Berpikir Kritis dan Tidak Menerima Sesuatu Secara Mentah

Di jurusan hukum, kamu akan sering menemukan satu kasus dengan banyak sudut pandang. Tidak ada jawaban yang selalu “hitam-putih”.

Contoh sederhana:

  • Satu kasus bisa dilihat dari sisi korban, pelaku, dan hukum yang berlaku
  • Setiap sudut pandang bisa punya argumentasi yang kuat

Kalau kamu terbiasa:

  • Bertanya “kenapa?”
  • Mencari alasan di balik suatu aturan

Ini tanda kamu cocok.

2. Nyaman Membaca dan Menganalisis Teks Panjang

Materi hukum sebagian besar berbentuk:

  • Undang-undang
  • Putusan pengadilan
  • Literatur hukum

Artinya:

  • Kamu akan sering membaca teks panjang
  • Tidak cukup membaca, tapi harus memahami konteksnya

Kalau kamu:

  • Cepat bosan membaca
  • Tidak suka teks formal

Maka jurusan ini akan terasa berat.

3. Teliti dan Detail

Dalam hukum, detail kecil bisa mengubah makna besar.

Contoh:

  • Satu kata dalam kontrak bisa menentukan sah atau tidaknya perjanjian
  • Kesalahan kecil bisa berdampak hukum serius

Orang yang cocok biasanya:

  • Teliti membaca
  • Tidak terburu-buru mengambil kesimpulan

4. Suka Berdiskusi dan Berargumentasi

Kuliah hukum tidak hanya duduk dan mendengar. Kamu akan sering:

  • Diskusi di kelas
  • Presentasi
  • Debat

Kemampuan yang dibutuhkan:

  • Menyampaikan pendapat dengan jelas
  • Membela argumen dengan logika

Kalau kamu:

  • Suka menyampaikan opini
  • Tidak takut berbeda pendapat

Maka ini akan menjadi nilai plus besar.

5. Tertarik pada Isu Sosial dan Keadilan

Hukum selalu berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Banyak topik yang dibahas seperti:

  • Keadilan
  • Hak asasi manusia
  • Konflik sosial

Kalau kamu tertarik dengan:

  • Berita hukum
  • Kasus di masyarakat
  • Isu keadilan

Jurusan ini akan terasa lebih menarik dan relevan.

6. Mampu Berpikir Sistematis dan Terstruktur

Dalam hukum, cara berpikir harus runtut:

Fakta → Analisis → Kesimpulan

Tidak bisa:

  • Lompat-lompat
  • Mengandalkan opini tanpa dasar

Mahasiswa hukum yang kuat biasanya:

  • Terbiasa berpikir logis
  • Bisa menyusun argumen secara urut

7. Punya Ketahanan Mental dan Konsistensi

Belajar hukum itu proses panjang. Tidak bisa instan.

Tantangan yang umum:

  • Materi banyak
  • Analisis mendalam
  • Tugas berbasis kasus

Yang dibutuhkan:

  • Konsistensi
  • Disiplin
  • Tidak mudah menyerah

8. Tidak Harus Jago Hafalan, Tapi Harus Paham Konsep

Ini penting untuk meluruskan mindset.

Banyak yang mengira “Masuk hukum harus kuat hafalan”. Faktanya, hafalan memang membantu, tapi bukan utama. Yang lebih penting adalah memahami konsep hukum dan cara menerapkan aturan.

Memilih jurusan hukum bukan hanya soal prospek kerja atau gengsi, tetapi tentang kesesuaian dengan cara berpikir dan minat jangka panjang. Jurusan ini menawarkan peluang karier yang luas, fleksibel di berbagai industri, dan membentuk kemampuan analisis yang kuat. Namun, di sisi lain, hukum juga menuntut konsistensi belajar, ketelitian, serta kemampuan memahami konsep secara mendalam, bukan sekadar menghafal.

Jika kamu tertarik pada isu hukum, suka berpikir kritis, dan ingin memiliki skill yang relevan di banyak bidang, maka jurusan hukum bisa menjadi pilihan yang tepat. Dengan persiapan yang matang dan komitmen selama kuliah, jurusan ini tidak hanya membuka peluang karier, tetapi juga membentuk cara berpikir yang akan berguna sepanjang hidup.

Mahasiswi STIHPADA Raih Prestasi di Istanbul Youth Summit 2025

Istanbul, Turki – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Indonesia di kancah internasional. Putri Difa Zhafirah, mahasiswi dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA), berhasil lulus seleksi dan menghadiri Istanbul Youth Summit 2025 dengan beasiswa penuh (Fully Funded). Acara prestisius ini diselenggarakan oleh Youth Break the Boundaries di Hotel Golden Tulip Bayrampasa, Turki, pada 17 – 20 Februari 2025.

Dalam ajang ini, Putri Difa Zhafirah tampil memukau dengan mempresentasikan proyek riset kelompoknya yang berjudul Inclusive Learning: Embracing Diversity Global Collaboration Through Technology. Presentasi yang penuh gagasan inovatif ini menarik perhatian para peserta dan dewan juri. Berkat kepiawaiannya dalam menyampaikan materi, timnya berhasil meraih penghargaan The Most Active Group, sebuah prestasi yang mengukuhkan eksistensi mahasiswa Indonesia di tingkat global.

Turut mendampingi dalam ajang bergengsi ini, Ketua STIHPADA, Assoc.Prof.Dr. H. Firman Freaddy Busroh, SH, MHum, CTL, CMN, yang memberikan dukungan penuh terhadap pencapaian Putri. Kehadiran beliau menjadi bentuk komitmen STIHPADA dalam mendorong mahasiswa untuk berkontribusi dalam forum-forum internasional.

Tidak hanya sukses dalam kompetisi akademik, Putri juga menunjukkan kebanggaan terhadap budaya Indonesia. Pada malam Cultural Exchange, ia tampil anggun dengan mengenakan pakaian khas Provinsi Sumatera Selatan, memperkenalkan warisan budaya Nusantara kepada dunia.

Keberhasilan Putri Difa Zhafirah di Istanbul Youth Summit 2025 menjadi inspirasi bagi mahasiswa Indonesia lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi di tingkat internasional. Harapannya, pencapaian ini dapat semakin mengukuhkan posisi STIHPADA sebagai institusi pendidikan tinggi yang berorientasi global serta berkontribusi dalam membentuk pemimpin masa depan.

Ketua STIHPADA Tampil di Forum Internasional PBB, Bahas Keamanan Data dan Etika Kecerdasan Buatan

Jenewa, Swiss, 28 Januari 2025 – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA), Assoc. Prof. Dr. H. Firman Freaddy Busroh, SH, M.Hum, CTL, CMN, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Dalam forum bergengsi yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertajuk “Global Dialogue on Digital Ethics and Human Rights”, beliau tampil sebagai keynote speaker dan panelis, sekaligus menerima penghargaan bergengsi. Acara ini berlangsung di Markas Besar PBB untuk Eropa, United Nations Office at Geneva (UNOG), Jenewa, Swiss, pada tanggal 27-28 Januari 2025.

Pada sesi pembukaan, Ketua STIHPADA menyampaikan pidato berjudul “Data Security and Value Sharing in the Digital Era”. Dalam pidatonya, beliau menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi di era digital yang semakin kompleks. Ketua STIHPADA juga menegaskan bahwa manfaat dari perkembangan teknologi harus dibagikan secara adil, khususnya kepada negara-negara berkembang yang sering kali hanya menjadi pengguna teknologi tanpa mendapatkan manfaat ekonomi yang setara.

“Keamanan data bukan hanya isu teknologi, tetapi juga isu keadilan sosial. Kita harus memastikan bahwa setiap individu dan negara dapat menikmati manfaat teknologi tanpa melupakan perlindungan terhadap privasi dan hak-hak digital mereka,” ujar beliau di hadapan delegasi dari berbagai negara.

Selain itu, Ketua STIHPADA turut berperan sebagai panelis dalam diskusi bertema “Ethics in Artificial Intelligence: Safeguarding Human Rights in the Digital Era”. Diskusi ini mengupas tantangan dan peluang yang ditawarkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai sektor, serta bagaimana memastikan pengembangannya tetap berlandaskan prinsip etika dan menghormati hak asasi manusia. Dalam diskusi tersebut, beliau menekankan perlunya regulasi internasional untuk memastikan AI tidak digunakan secara sewenang-wenang atau mengancam keadilan sosial. “AI harus menjadi alat untuk memperbaiki kehidupan manusia, bukan alat untuk memperburuk kesenjangan sosial atau melanggar hak asasi manusia,” tegasnya.

Puncak acara ditandai dengan penghargaan yang diterima oleh Ketua STIHPADA sebagai Senior Fellow of the AI in Developing Countries Forum. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi beliau dalam memperjuangkan kebijakan etis dan inklusif terkait pengembangan AI, khususnya di negara-negara berkembang.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua STIHPADA didampingi oleh Wakil Ketua II STIHPADA, Assoc. Prof. Dr. Hj. Fatria Khairo, STP, SH, MH, yang turut menghadiri dan berkontribusi dalam diskusi-diskusi strategis terkait peran pendidikan tinggi dalam mencetak generasi pemimpin di era digital.

Forum yang dihadiri oleh delegasi dari lebih dari 70 negara ini menjadi ajang strategis untuk membahas isu-isu global terkait teknologi, hukum, dan hak asasi manusia. Kehadiran Ketua dan Wakil Ketua STIHPADA dalam forum ini mencerminkan kapasitas STIHPADA sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga aktif dalam memberikan solusi atas tantangan global di era digital.

Kontribusi STIHPADA dalam forum internasional ini memperkuat posisinya sebagai pelopor dalam kajian hukum digital dan etika teknologi, serta mempertegas komitmennya dalam mendorong pembangunan global yang berkeadilan dan beretika.

STIHPADA Raih Peringkat “UNGGUL” Akreditasi Perguruan Tinggi BAN-PT

Prestasi luar biasa diraih Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA) Palembang. Betapa tidak, Kampus Jingga ini sukses meraih peringkat UNGGUL pada Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berdasarkan SK BAN PT No :1852/SK/BAN-PT/Ak/PT/X/2024.

Peringkat UNGGUL Akreditasi Perguruan Tinggi yang diraih STIHPADA, merupakan pertama kalinya untuk bentuk sekolah tinggi hukum di seluruh Indonesia.

Hal Ini menempatkan STIHPADA di peringkat teratas di antara 38 Sekolah Tinggi Ilmu Hukum yang ada di seluruh Indonesia berdasarkan database BAN-PT.

Di samping itu juga, STIHPADA menjadi PTS pertama yang meraih peringkat UNGGUL Akreditasi Perguruan Tinggi BAN PT untuk wilayah LLDIKTI Wilayah 2 meliputi Sumsel, Bangka Belitung, Lampung, Bengkulu.

STIHPADA memiliki dua program studi, yaitu Program Studi S1 Ilmu Hukum terakreditasi peringkat UNGGUL dan Program Studi S2 Magister Hukum terakreditasi peringkat BAIK SEKALI dari BAN-PT. Hal ini membuktikan bahwa mutu pendidikan di STIHPADA sangat berkualitas dan diakui secara luas di tingkat Nasional.

Capaian peringkat Unggul Akreditasi Institusi (AIPT) oleh STIHPADA ini diraih berkat terpenuhinya 9 (sembilan) instrumen standar penilaian akreditasi oleh BAN-PT. STIHPADA saat ini telah memiliki 19 Doktor Hukum sebagai dosen tetap, sarana dan prasarana yang lengkap dan nyaman, prestasi non akademik dan akademik dosen dan mahasiswa di tingkat nasional dan internasional, memiliki Auditor Penjaminan Mutu Internal yang telah tersertifikasi, Sistem Informasi Akademik yang terintegrasi, Perpustakaan terakreditasi “A” dari Perpustakaan Nasional RI, banyaknya publikasi ilmiah yang dihasilkan dosen dan mahasiswa baik di jurnal nasional maupun internasional, serta memiliki Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang telah terakreditasi dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Selain itu, STIHPADA memiliki banyak mitra kerjasama baik dengan institusi dalam negeri maupun perguruan tinggi luar negeri, alumni yang sukses sebagai penegak hukum, pejabat publik, dan wiraswasta, serta menyediakan banyak program beasiswa dari negara seperti bidik misi, PPA, BBM dan beasiswa Yayasan Dikti Sumpah Pemuda, dan berbagai program internasional seperti Student Mobility, Student Exchange, Visiting Professor and Lecturer, International Lecture dan International Conference.

Ketua STIHPADA, Assoc. Prof. Dr. H. Firman Freaddy Busroh, SH, M.Hum, C.T.L .menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas diraihnya Akreditasi Institusi UNGGUL dari BAN-PT.

“Dengan akreditasi UNGGUL ini, diharapkan semangat dalam menjaga mutu pendidikan di STIHPADA semakin meningkat. Prestasi ini diraih berkat kerjasama yang solid dan penuh rasa kekeluargaan dari seluruh civitas akademika STIHPADA,” jelasnya saat ditemui di temui wartawan Online Nasional Mattanews.co.

Menurutnya, diraihnya peringkat akreditasi UNGGUL diharapkan bisa meningkatkan animo masyarakat, untuk memilih STIHPADA sebagai tempat kuliah menimba ilmu hukum.

“STIHPADA didirikan pada tanggal 28 Oktober 1994 oleh alm. Prof. H. Abu Daud Busroh, SH, seorang tokoh hukum dan pendidikan ternama di Sumatera Selatan dan mulai beroperasi sejak tahun 1995. STIHPADA berlokasi di kota Palembang yang merupakan salah satu PTS dibawah naungan LLDIKTI Wilayah 2 saat ini telah memiliki alumni berjumlah sekitar 7.000 orang yang tersebar di berbagai profesi dan daerah. Dengan diraihnya peringkat UNGGUL Akreditasi Perguruan Tinggi BAN PT maka STIHPADA telah membuktikan sebagai perguruan tinggi hukum terbaik di Indonesia,” pungkas Firman Freaddy Busroh.

STIHPADA RAIH 3 (TIGA) PENGHARGAAN BERGENGSI  DARI LLDIKTI WILAYAH 2

Bandarlampung (07/09/2024). Bertempat di Hotel Novotel Lampung,  LLDIKTI Wilayah 2 Menggelar  Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 2 pada tanggal 6-7 September 2024. Acara tersebut merupakan acara rutin tahunan yang dilaksanakan guna memonev kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan dan juga koordinasi antar seluruh LLDIKTI dari wilayah 1 hingga wilayah 17.

Bertepatan dengan acara tersebut juga diumumkan beberapa penghargaan kepada Perguruan tinggi yang telah memberikan kinerja terbaiknya. Dalam ajang bergengsi LLDIKTI II Awards tersebut Prestasi luar biasa berhasil  diraih oleh Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA) Palembang.

STIHPADA  merupakan salah satu PTS yang fokus dibidang ilmu hukum berada dibawah naungan LLDIKTI2 berhasil memborong 3 (tiga) penghargaan LLDIKTI II Awards sekaligus antara lain : 1) Peringkat Pertama kategori Akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi pada Perguruan Tinggi, 2) Peringkat Pertama kategori Dokumen Lengkap dan Terverifikasi Dalam Pelaporan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), 3) Peringkat Pertama kategori Evaluasi Pembelajaran Perguruan Tinggi.

Pemberian 3(tiga) penghargaan langsung diserahkan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah 2 Bpk. Prof.Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc kepada Ketua STIHPADA Bpk. Assoc.Prof.Dr.H.Firman Freaddy Busroh, S.H,M.Hum,C.T.L. Dalam acara tersebut , Ketua STIHPADA didampingi oleh Wakil Ketua 2 STIHPADA Ibu Assoc.Prof.Dr.Hj.Fatria Khairo,S.T.P, S.H., M.H., C.T.L., C.Med.

Kepala LLDIKTI Wilayah 2 Bpk. Prof.Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc dalam sambutannya mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih dan diharapkan terus bisa meningkat mutu pendidikan karena tantangan di era globalisasi sangat berat dan Perguruan Tinggi dituntut untuk memberikan mutu pendidikan yang terbaik.

Dalam wawancara, Ketua STIHPADA Bpk. Assoc.Prof.Dr.H.Firman Freaddy Busroh, S.H,M.Hum,C.T.L. merasa sangat berbahagia dan mengapresiasi atas pemberian 3 (tiga) penghargaan dari LLDIKTI Wilayah 2. Penghargaan tersebut merupakan wujud capaian prestasi yang diraih civitas akademika STIHPADA dan dengan adanya penghargaan ini diharapkan memacu semangat dan motivasi untuk terus maju dan memberikan mutu pelayanan yang terbaik kepada masyarakat khususnya dalam memberikan pendidikan hukum.

Turut hadir dan diwawancarai Wakil Ketua 2 STIHPADA Ibu Assoc.Prof.Dr.Hj.Fatria Khairo,S.T.P, S.H., M.H., C.T.L., C.Med., merasa terharu atas pencapaian prestasi STIHPADA. Hal ini merupakan kado terindah untuk STIHPADA dimana pada Dies Natalis STIHPADA yang ke-30 tahun yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2024 nanti.  

Mutu pendidikan STIHPADA telah terbukti dengan diraihnya Akreditasi dari BAN-PT yaitu Akreditasi peringkat Unggul Prodi S1 Ilmu Hukum, Akreditasi peringkat Baik Sekali Prodi S2 Magister Hukum, Akreditasi Perguruan Tinggi peringkat Baik Sekali.

STIHPADA juga menyelenggarakan pendidikan kemahiran hukum seperti Pendidikan Profesi Advokat yang bekerjasama dengan PERADI, Pendidikan Pengacara Pajak yang bekerjasama dengan PERJAKI, Pendidikan Latihan Paralegal bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM RI, BPHN RI dan PROPINDO.

Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 2 diikuti oleh beberapa PTS yang berasal dari Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung dan Jambi. Dalam acara tersebut selain pemberian materi dari narasumber yang berasal dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi juga pemberian penghargaan kepada beberapa PTS dari tingkat Univeritas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik, Akademi. Tolok ukur kinerja yang diukur oleh LLDIKTI Wilayah 2 salah satunya melalui pelaporan Indikator Kinerja Utama (IKU), pencapaian akreditasi, data SDM dan jenjang jabatan akademik, pelaporan PDDIKTI, dan prestasi perguruan tinggi.

Penghargaan Terbaik 1 Academic Leader dan Dosen Berprestasi dan Penghargaan Dosen Terbaik Bidang Sosial Humaniora dari LLDIKTI2

Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda pada hari Selasa 11 Juni 2024 bertempat di ruang pertemuan LLDIKTI2 Palembang, berhasil meraih Terbaik 1 Academic Leader dan Dosen Berprestasi LLDIKTI2 yaitu Assoc. Prof. Dr. H. Firman Freaddy Busroh, S.H., M.Hum., C.T.L. C.M.N dan Penghargaan Dosen Terbaik Bidang Sosial Humaniora dari LLDIKTI2 yaitu Assoc. Prof. Dr. Hj. Fatria Khairo, S.TP., S.H., M.H., C.T.L., C.Med.